4 Hal yang Merusak Sendi Pria Aktif

Published On December 12, 2016 | By Proman5Jam | Health, Sports

Biasanya, masalah sendi hanya dialami dan dikhawatirkan oleh pria paruh baya dan lanjut usia. Tetapi, sekarang para ahli bedah tulang melihat pasien di usia 40an atau lebih muda mengalami masalah sendi.

Hal ini karena banyak pria ingin tetap aktif di usianya, sehingga rekonstruksi dan operasi penggantian sendi semakin banyak dijumpai.Tetapi, meski operasi dianggap efektif, tentunya pria mana pun akan menghindari hal ini, bukan?

Berikut ini kesalahan banyak pria ketika berolahraga sehingga menyakiti sendi mereka dan bagaimana keluar dari bahaya ini.

Hanya Berlari lari

Banyak pasien pencari alternatif pengobatan sendi sebenarnya dalam keadaan kondisi kardiovaskularnya sehat, tetapi tak seluruhnya prima. Jika hanya fokus berlari, kemungkinan ada ketidakseimbangan antara kekuatan otot dan keluwesan tubuh.Terkadang ada trauma berulang sehingga menyebabkan sendi menjadi nyeri.

Penting untuk lintas latihan. Berikan latihan untuk otot dalam jogging di antara jadwal berlari rutin sebanyak sekali atau dua kali seminggu, sementara mengaktifkan otot baru (seperti berlatih sprint) dapat mencegah cedera.

Kelebihan Berat Badan gendut

Ketika berlari, sendi lutut membawa beban tubuh 7 hingga 9 kali lebih berat. Para pelari mungkin terbiasa dan tak meningkatkan risiko osteoarthritis, sehingga penting untuk tetap menjaga berat badan.

Tetapi pria dengan kelebihan berat badan berisiko 40 persen lebih tinggi mengalami pergeseran sendi dibandingkan pria dengan berat badan normal. Hal ini bisa lebih parah terjadi pada pria muda.

Melewatkan Sesi Peregangan stretching

Kesalahan ketika hendak berolahraga yang umum terjadi adalah tak melakukan peregangan. Hal ini bisa menyebabkan nyeri sendi. Semakin tua, seorang pria membutuhkan banyak waktu untuk berolahraga. Jika tak banyak waktu, lakukan lebih banyak perengangan daripada penguatan otot.

Mengapa? Karena semakin tua, kelenturan otot semakin berkurang, sehingga sesi perengangan akan membantu sendi tetap bergerak dengan baik. Begitulah pentingnya sesi peregangan, dan jangan lupa, hal ini bisa lakukan setelah minum Proman Energesis yang memberikan tenaga exra lama.

Memaksakan Pelenturan pelenturan

Latihan intens dan berlari di lumpur bukanlah satu-satunya cara yang bisa melukai sendi. Meski yoga adalah cara sempurna untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan, segala hal ekstrem seperti meraih bagian tubuh yang belum siap bisa meningkatkan risiko nyeri sendi.

Ketika mencoba untuk melakukan gerakan baru yang ekstrem, perubahan sudut tulang bisa memengaruhi tubuh mengalami arthritis.

Sebaiknya hindari yoga dan kembali berolahraga dengan beberapa modifikasi pada latihan yang biasa dilakukan. Memberikan waktu sebelum mencoba apapun kepada tubuh jika memang belum siap.

Bagaimana? Apakah pernah mengalami nyeri sendi atau bahkan melakukan operasi? Bagi yang sering berolahraga, sebaiknya mulai memerhatikan bagian sendi. Selagi usia masih muda dan tubuh masih fit, bukan?

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

One Response to 4 Hal yang Merusak Sendi Pria Aktif

  1. Uluq Taj says:

    pernah terkilir, gara2 gak pemanasan dulu, thanks infonya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *