6 Aturan Lalu Lintas yang Bikers Harus Tahu

Published On May 6, 2014 | By Proman5Jam | Knowledge

Dari kejauhan, tampak sesosok petugas polisi dengan rompi hijau metaliknya. Beberapa “kumpulan” motor tertahan di belakang bus Transjakarta.

Situasi di atas bisa jadi telah menjadi gambaran umum tentang gimana keadaan lalu lintas serta perilaku pengguna jalan. Terlebih lagi beberapa waktu lalu, sterilisasi jalur Transjakarta banyak memakan “korban”. Tak hanya pengendara mobil, bikers pun banyak yang terkena tilang.

Well, ini sebenarnya balik ke individu masing-masing. Apalagi kita sebagai bikers sejati harus mengerti peraturan serta menerapkan safety riding, bukan? Banyak pengendara motor yang kurang sabar serta minim pengetahuan undang-undang, terutama UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Memang banyak aturan dan pasalnya, Man. Tapi paling enggak, kita harus mengerti beberapa aturan serta pasal-pasalnya. Nah, coba simak beberapa pelanggaran lalu lintas yang patut dicermati agar bisa tertib berkendara di jalan raya:

1. Biasanya polisi suka razia motor
Ini memang beralasan agar motor-motor bodong atau curian diharapkan bisa tertangkap. Karena itu, pelat nomor itu penting banget. Hilang satu bisa kena Pasal 280. Ringkasannya adalah orang yang mengendarai motor tidak dipasangi tanda nomor (pelat nomor) yang ditentukan polisi (sesuai Pasal 68 ayat 1), bisa kena ancaman kurungan 2 bulan atau denda Rp 500.000,-(maksimal)

2. Harus megang Surat Izin Mengemudi (SIM)
Kalau mau nekat berkendara enggak bawa/tidak punya SIM (sesuai Pasal 281) akan kena Pasal 77 ayat 1 dipidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda maksimal Rp1 juta

3. SMS atau telepon pas berkendara
Biasanya suka malas ya berhenti kalau ada telepon masuk atau mau SMS, terus HP-nya diselipin ke helm. Karena mengganggu konsentrasi, bisa kena Pasal 283 yang bunyinya kurang lebih: Setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan (diatur Pasal 106 ayat 1) akan dijerat pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda Rp 750.000,-

4. Enggak tahan macet terus berkendara di trotoar
Hati-hati, nanti bisa kena Pasal 106 ayat 2 karena tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda. Ancamannya bisa piadana kurungan 2 (dua) bulan atau kena denda Rp 500.000,-

5. Jangan bawa penumpang banyak-banyak
Berboncengan berdua saja sudah sempit apalagi boncengan tiga atau lebih. Kalau melanggar berarti akan kena Pasal 106 ayat 9 dan hukumannya adalah pidana kurungan 1 (satu) bulan atau denda maksimal Rp 250.000,-

6. Menerobos jalur Transjakarta (busway)
Melanggar berarti siap terkena kena denda maksimal Rp 500.000,- sesuai Pasal 287 Ayat 1. Dalam pasal tersebut, setiap pengendara yang melanggar lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,-

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *