eSports, Cabang Olahraga yang Mencuri Perhatian Generasi Muda

Published On September 13, 2018 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Sports

eSports atau olahraga elektronik adalah salah satu cabang olahraga yang dilombakan di Asian Games 2018. Atlet-atlet eSport dari berbagai negara di Asia akan berkompetisi memainkan beberapa video game untuk memperebutkan medali. Meski masih diwarnai perdebatan tentang penggunaan istilah ‘sport’ dalam eSport, namun tidak bisa dipungkiri bahwa eSport telah booming terutama di kalangan millenials dan Gen-Z. Berikut beberapa hal yang lo perlu tahu soal esports.

 

  1. eSport sudah menjadi mainstream

Laporan dari perusahaan peneliti data tentang eSport, Newzoo, menyebutkan bahwa di tahun 2019 akan ada sekitar 427 juta orang yang akan menonton pertandingan eSport di seluruh dunia. Hal ini dibantu dengan streaming platform untuk pertandingan eSport seperti Twitch dan YouTube.

 

  1. Tim olahraga profesional mulai melirik eSport

Dengan nilai industri mencapai 696 juta dolar AS di tahun 2017, banyak tim olahraga profesional yang mulai membentuk tim eSport sendiri, seperti Paris Saint-Germain, Manchester City, FC Schalke, dan Philadelphia 76ers. Atlet profesional seperti Shaquille O’Neal dan Kobe Bryant juga memiliki tim eSport sendiri.

 

  1. Asia Tenggara merupakan pasar eSport yang memiliki pertumbuhan tertinggi

Meski pertandingan eSport internasional lebih banyak diadakan di Eropa dan Amerika Serikat, Newzoo mencatat bahwa perkembangan eSport di Asia Tenggara adalah yang terpesat. Indonesia sendiri menempati urutan 16 di pasar industri gaming di tahun 2017, dan diharapkan dengan masuknya eSport di pertandingan olahraga seperti Asian Games 2018 dapat membuat eSport semakin berkembang di Indonesia.

 

  1. eSport, olahraga atau bukan?

Poin utama dalam perdebatan eSport adalah penggunaan istilah ‘sport’. Meski kompetisi eSport tidak banyak menggunakan aktivitas fisik, namun sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan German Sport University menyebutkan bahwa aktivitas yang dilakukan atlet eSport cukup setara dengan atlet olahraga lainnya. Dalam sebuah pertandingan eSport, hormon kortisol yang dihasilkan setara dengan seorang pembalap, dan detak jantung yang meningkat dari 160-180 detak per menit sama dengan aktivitas jantung ketika melakukan maraton.

 

  1. Atlet eSport juga perlu latihan fisik

Latihan fisik yang dimaksud di sini tidak hanya latihan jempol ya, Man. Atlet esport banyak duduk menatap layar monitor saat latihan strategi dan saat bertanding, sehingga mereka juga butuh latihan fisik untuk menjaga postur, meningkatkan stamina, dan menguatkan grip. Siapkan Proman Enegergesis setiap melakukan latihan fisik agar mendapatkan tenaga extra lama.

 

  1. Pilihan karir yang beragam di ranah eSport

Tidak hanya pro gamer yang bisa memiliki karir di eSport. Perkembangan eSport yang pesat memunculkan berbagai pilihan karir seperti tim olahraga pada umumnya, seperti pelatih, manajer, marketing, dan terapis. Di turnamen internasional, jabatan seperti talent scout hingga shoutcaster alias komentator pertandingan juga akan semakin dibutuhkan.

 

Nah, dari gambaran tersebut, apakah lo mulai tertarik untuk terjun di ranah eSport?

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *