Membersihkan Sungai Terkotor di Dunia

Published On September 25, 2017 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Knowledge
Bukan rahasia lagi, jika banyak sungai di Indonesia tercemar polusi, hingga mengakibatkan air menjadi hitam dan ekosistem air rusak parah. Banyaknya kaum marjinal yang tinggal di pinggir kali, kurangnya edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan tidak membuang sampah sembarangan itulah yang menjadi PR bersama.
Apa yang sudah dilakukan pemerintah dan pihak terkait tentang kebersihan gunung, sungai, dan laut? Tentunya sudah banyak. Meski demikian, PR tetap saja menumpuk. Pemakaian plastik masih dalam jumlah yang sangat tinggi dan penggunaan plastik daur ulang pun masih sedikit.
Salah satu sungai terkenal di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu sungai paling kotor dan berpolusi tertinggi di dunia, Citarum, menjadi sorotan banyak pihak. Pegiat lingkungan sudah banyak melakukan hal untuk sungai Citarum, tetapi apa yang dilakukan dua pemuda Prancis ini menampar kesadaran rakyat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat. Sebagai informasi, sungai Citarum di Jawa Barat adalah sumber air bagi 15 juta orang untuk minum, memasak dan mandi.

Citarum. Photo: Gary Bencheghib
Mereka adalah Gary Bencheghib (22 tahun) dan adiknya Sam Bencheghib (20 tahun), dua pemuda Prancis yang tinggal di Bali dan sudah sering mendengar tentang polusi sampah plastik di laut dan efek yang menghancurkan ekosistem laut, tetapi sangat sedikit yang bisa menghentikan semua plastik itu dari sumbernya.
Gary dan Sam berpikir, karena 80 persen sumber polusi di laut berasal dari sungai dan sungai, akhirnya mereka membuat video mengejutkan sekaligus menampar kesadaran warga dari sungai paling berpolusi di dunia, Citarum di Indonesia, dengan mendayung kayak dari rakitan ratusan botol plastik yang terbuat dari sampah bekas sampah.
Mereka membuat kayak botol pastik dan berkampanye melalui Botol Plastik Citarum untuk membantu membuat orang berpikir tentang bahaya polusi yang ada pada kesehatan manusia.
Kayak yang mereka pakai tersebut dibuat oleh para ahli bambu, EWABI. Setiap kayak memiliki bingkai bambu dan diisi dengan 300 botol plastik untuk membuat mereka tetap stabil mengapung menyusuri sungai. Botolnya dikumpulkan oleh EcoBali, dari beberapa sekolah dan tempat penampungan limbah.
Ekspedisi tersebut dikatakan baru permulaan. Gary mengatakan bahwa saat mereka bertemu orang-orang dan mulai memahami masalahnya, mereka menyadari bahwa mereka benar-benar dapat melakukan sesuatu untuk melakukan perubahan bersama-sama dengan warga dan mereka yang penduli terhadap lingkungan.

Citarum. Photo: The Ararat Advertiser
Mereka juga menemukan inisiatif lokal, seperti Pak Sariban, Ibu-ibu Bersih dan Jurig Runtah. Individu dan komunitas yang terlibat dikatakan telah melakukan upaya untuk membersihkan lingkungan. Hal ini benar-benar menjadi inspirasi bagi yang lain.
Gary dan Sam berharap, ekspedisi ini bisa meningkatkan kesadaran tentang bahaya polusi plastik dan untuk mengilhami perubahan positif selama dan setelah kampanye berakhir. Dokumentasi yang dilakukan adalah upaya luar biasa dan inovatif untuk melawan epidemi plastik di Indonesia.
Selama ekspedisi, mereka telah memproduksi lima video singkat yang mendokumentasikan perjalanan dan berkisah tentang para pembuat perubahan yang berdedikasi terhadap perubahan di sepanjang sungai ataupun kebersihan lingkunan secara umum. Para pembawa perubahan itu hidup untuk membersihkan Citarum dan mendidik masyarakat setempat mengenai dampak pencemaran.
Tentunya, hal ini juga termasuk Anda, para pembaca setia Proman5Jam. Apa yang sudah Anda lakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan? Jangan lupa, minum Proman agar tetap bersemangat ketika melakukan aksi kebersihan.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *