Menjelajahi Keindahan dan Keunikan Pulau Weh

Published On December 28, 2013 | By Proman5Jam | Adventure

Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau.

Judul sekaligus bait pertama lagu tersebut menggambarkan keindahan Indonesia. Setiap pulau, daerah atau tempat yang ada Indonesia memiliki pesona dan keunikannya masing-masing, yang mungkin belum tentu bisa kita temui di tempat lainnya. Seperti salah satu dari sekian banyak daya tarik yang dimiliki oleh Pulau Weh, yaitu fumarol.

Sebelum bercerita lebih lanjut mengenai fumarol, saya akan menceritakan awal mula petualangan saya di Pulau Weh. Begitu mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Sabang dengan menggunakan transportasi kapal laut. Setelah melalui perjalanan selama hampir sejam, akhirnya saya tiba Pelabuhan Balohan.

Dari situ, saya langsung berjalan ke penginapan pilihan saya, yaitu Iboih Inn. Harga kamar jenis deluxe room yang saya sewa hanya Rp 350.000 per malamnya. Masih agak mahal untuk dompet backpacker? Tunggu dulu. Lokasi penginapannya saja menurut saya luar biasa, karena jaraknya sangat dekat dengan laut. Bahkan, sebagian kamar terletak persis di depan laut. Selain itu kamar saya telah dilengkapi dengan fasilitas AC, shower dan juga hammock atau tempat tidur gantung yang terpasang di teras kamar.

Saya salut dengan pengelolaan penginapan ini. Kenapa? Karena kebanyakan perairan dari pantai yang digunakan untuk dermaga ataupun penginapan pasti keruh. Beda halnya dengan perairan di sekitar dermaga Iboih Inn. Airnya sangat jernih, bahkan saya bisa melihat keindahan karang dan berbagai jenis ikan yang berenang dengan bebas dari tepi dermaga. Berhubung waktu bebas, saya dan beberapa teman traveler baru langsung berganti celana pendek dan mengambil peralatan snorkeling.

Tanpa ragu-ragu, saya langsung melompat dari dermaga dan mulai menjelajahi keindahan laut. Benar saja, baru berenang sebentar, saya langsung bertemu dengan ikan blue tang fish, parrot fish, yellow longnose butterflyfish dan masih banyak lagi.

Keesokan harinya, saya dan rombongan tur diajak untuk mengunjungi berbagai tempat wisata, mulai dari Pulau Rubiah, Tugu Kilometer Nol, Pantai Sumur Tiga, hingga Teluk Lhok Pria Laot. Dari semua tempat, favorit saya pribadi adalah Teluk Lhok Pria Laot. Saat melakukan diving, saya melihat sejumlah fumarol, yaitu lubang di dalam kerak bumi yang sering dijumpai di sekitar gunung berapi. Lubang-lubang fumarol tersebut mengeluarkan gelembung-gelembung kecil berisi gas dan uap air. Uniknya, gelembung-gelembung tersebut akan membesar saat berenang ke permukaan laut karena efek tekanan air laut. Benar-benar fenomena geologi yang langka.

Sayangnya, liburan singkat saya di Pulau Weh harus berakhir. Saya pun harus pulang ke Jakarta untuk kembali bekerja. Satu hal yang pasti, saya akan kembali lagi ke Pulau Weh pada bulan Desember hingga April mendatang. Siapa tahu, saya bisa melihat kemunculan gerombolan ikan pari manta atau hiu paus yang jarang terlihat.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

One Response to Menjelajahi Keindahan dan Keunikan Pulau Weh

  1. Uluq Taj says:

    pengen ke sana, nabung dulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *