Mitos Kardio Pada Pria

Published On July 17, 2017 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Health

Banyak pria sudah mendengar tentang bagusnya latihan kardio untuk tubuhnya, tetapi banyak dari info tersebut tak sepenuhnya benar.

Apa yang terlintas di benak pria ketika mendengar tentang kardio? Ada yang antipati dengan menyebut bahwa kardio identik dengan “serangan jantung” dan bahkan “kematian”.

Mengapa ada alasan seperti itu? Jawaban sederhananya karena kardio menyakitkan. Sebagian pria lain mengatakan kardio membosankan. Pikiran ke mana-mana ketika berjalan di atas treadmill, menjadi lemas, dada terasa terbakar lutut seperti rontok. Padahal, tidak sedramatis itu. Kardio sangat baik untuk tubuh dan tidak membosankan.

Kardio bagus untuk meningkatkan detak jantung, itu yang pertama. Kedua, tentu saja membantu untuk menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengurangi stres.

Sebagai patokan, bisa mengukuti rekomendasi American Heart Association yaitu 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya lima hari seminggu atau 25 menit aktivitas aerobik yang kuat tiga hari dalam seminggu.

Aktivitas aerobik umumnya mengacu pada latihan yang merangsang dan menguatkan penggunaan oksigen tubuh seperti jogging, berenang, bersepeda atau mendayung. Intensitas tinggi, gerakan membangun otot seperti yang akan seorang pria hadapi dalam rutinitas latihan rangkaian adalah aktivitas anaerobik.

Dua mitos terbesar seputar kardio adalah:

Mitos 1: Kardio Adalah Cara Terbaik untuk Membakar Lemak Cardio2

Nah itu tergantung dari jenis kardionya. Umumnya saat seseorang memikirkan kardio, biasanya berbicara tentang kardio seperti jogging, jalan kaki, berenang. Jadi saat berlari di atas treadmill (latihan aerobik) dapat membakar lebih banyak kalori selama aktivitas daripada latihan latihan angkat atau latihan intensif (anaerobik) dalam jumlah waktu yang sama.

Sesi yang lebih intens menginduksi excess post-exercise oxygen consumption (EPOC) berlebihan , yang intinya berarti seorang akan terus membakar kalori dengan baik setelah latihan selesai. Pada akhirnya, seorang pria akan membakar lebih banyak lemak secara keseluruhan dengan latihan olahraga yang lebih pendek dan lebih intens.

Mitos #2: Fokus Latihan Kardio Artinya Bisa Makan Sesuka Hati Cardio

Latihan kardio, sama dengan olahraga lainnya, bukan berarti bisa seenaknya memberi asupan pada tubuh, hanya karena ketika makan dan berolahraga, artinya sama dengan membakar lemak. Tidak bisa makan burger lalu berlari setelahnya.

Contohnya adalah: membakar lemak sekitar 338 kalori saat berlari 8 menit per mil jika seorang pria selama 30 menit. Lantas menyantap hamburger yang setara 354 kalori (tanpa kentang goreng dan minuman bersoda) setelah berolah raga. Itu artinya, harus berlari 10 mil keesokan harinya.

Bagaimana dengan pembaca Proman5Jam? Masih tetap melakukan kardio secara rutin? Ingat bahwa kandungan multiginseng dan multivitamin pada Proman Energenesis bisa menambah tenaga extra lama, sehingga perlu dikonsumsi sebelum melakukan kardio. Silakan berbagi di kolom komentar.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *