Nama Unik Bola di Piala Dunia

Published On June 2, 2014 | By Proman5Jam | Sports

Piala dunia Brasil sebentar lagi akan digelar, pada setiap perhelatan akbar sepak bola tersebut punya ciri masing-masing. Salah satunya adalah bola yang resmi dipakai untuk pertandingan.

Membahas Piala Dunia Brasil kali ini kayanya nggak pas kalo nggak ngomong soal uniknya nama yang disandang buat bola resmi yang dipakai saat itu. Piala Dunia yang pertama kali digelar pada tahun 1930 sebenarnya sudah mengenal yang namanya bola resmi atau official match ball. Pada Piala Dunia 1930 tersebut bola yang dipakai bernama Tiento. Selanjunya pada Piala Dunia 1934 di Italia dengan total penonton saat itu mencapai 363.000 memakai bola resmi yang bernama Federale, yang bahkan diproduksi secara resmi oleh E.C.A.S (Ente Centrale Approvvigionamenti Sportivi).

Kemudian, pada tahun 1938 di Prancis bola resmi pun diperkenalkan dan diberi nama Allen dan Super Duplo di Piala Dunia 1950 saat di Brazil. Saat Piala Dunia kembali ke benua biru di Swiss tahun 1954 bola resmi pun kembali berubah bentuk dan nama yaitu Swiss WC. Swedia yang menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1958 pun menyematkan nama Topstar untuk bola resminya. Lalu, Mr Crack di Piala Dunia 1962 di Chili dan Challenge 4 Star di Piala Dunia 1966 di Inggris.

Adidas secara resmi memproduksi bola untuk Piala Dunia
Dimulai pada tahun 1970, Adidas sebuah perusahaan apparel asal Jerman ini berhasil menjadi partner FIFA untuk urusan memproduksi bola resmi Piala Dunia. Kiprah Adidas baru tampak saat Piala Dunia 1970 di Meksiko yang mengeluarkan bola resmi dengan nama Telstar. Bola yang terdiri dari warna hitam dan putih ini telah menggunakan desain Buckminster (terdiri dari 32 panel berbentuk 20 heksagonal, 12 pentagonal dan segitiga yang dijahit menjadi satu membetuk permukaan melingkar).

Telstar pun masih digunakan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat, tetapi pada saat itu Adidas juga memperkenalkan Chile sebagai bola resmi Piala Dunia 1974, namun bedanya dengan Telstar adalah seluruh permukannya berwarna putih. Piala Dunia 1978 menjadikan Argentina sebagai tuan rumah, dan Adidas pun kembali memperkenalkan nama dan desan baru bola resmi yang disebut Tango Durlast. Alhasil, bola yang mempunyai teknologi yang lebih tahan cuaca tersebut dipakai juga di Olimpiade dan Piala Eropa.

Tahun 1982, Piala Dunia kembali ke Eropa dan Spanyol yang saat itu terpilih menjadi tuan rumah. Tango Durlast yang juga menjadi bola resmi dirubah sedikit namannya menjadi Tango Espana tentunya dengan membawa kelebihan lain dan penyempurnaan. Namun, kulit yang melapisi Tango Espana ada masalah karena tidak dapat bertahan lama sehingga mudah rusak dan pergantian bola seering terjadi di tengah laga. Piala Dunia 1982 kala itu menjadi tonggak untuk terkahir kalinya bola menggunakan kulit asli. Terobosan Adidas menggunakan bahan polyurethane menggantikan kulit asli akhirnya hadir pada Azteca, bola resmi yang dipakai di Piala Dunia 1986 di Mexico.

Terinspirasi dari kebudayaan kuno Italia, Piala Dunia 1990 di Italia memperkenalkan Etrusca Unico sebagai bola resmi dengan desain dekorasi berupa tiga kepala singa Etruscan. Etrusca Unico dianggap sebagai bola dengan teknologi tinggi saat itu. Kembali ke benua Amerika, Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat Adidas memperkenalkan Questra sebagai bola resmi dan tentunya punya kualitas lebih baik dari yang sebelumnya.

Tahun 1998 adalah pertama kalinya Adidas mengeluarkan bola dengan warna-warni pertama di Piala Dunia. Bola resmi tersebut diberi nama Tricolore yang desain dekorasinya terinspirasi dari warna bendera Prancis. Bola tersebut memiliki busa syntactic sehingga membuat bola tersebut mempunyai “daya ledak” saat memantul. Piala Dunia di Benua Asia pertama, Adidas mendobrak tradisi desain tradisional bola. Fevernova adalah nama yang disandang bola resmi Piala Dunia 2002 tersebut.

Selanjutnya, bola resmi dengan nama Teamgeist diperkenalkan Adidas pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Bola yang memiliki sedikit jahitan tersebut diklaim lebih bundar dari semua bola yang pernah diproduksi. Teknologi Grip’n’Grove ditanamkan dalam bola resmi Piala Dunia 2012 Afrika Selatan, yang namanya diambil dari bahasa Zulu yang artinya merayakan. Jabulani hanya terdiri dari delapan panel dan lebih bulat daripada Teamgeist.

Terakhir, adalah Brazuca bola resmi Piala Dunia 2014 yang diklaim sebagai bola paling teruji yang pernah dibuat oleh Adidas. Karena, Brazuca telah mengalami penelitian selama dua setengah tahun. Brazuca menurut bahasa berarti “Cara hidup ala Brasil.”

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *