Pria Sejati Harus Tau! Perbedaan Mengejutkan Antara Testosteron dan Steroid

Published On March 12, 2018 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Health

Banyak pria ingin membentuk tubuh dengan baik, meski terkadang harus disadari, prosesnya tidaklah cepat. Dengan kecanggihan teknologi, beragam cara menjadi pilihan para pria untuk mendapatkan tubuh berotot.
Ada cara yang legal dan ilegal. Perawatan medis dan non-medis. Bahkan tak sedikit melakukan penyalahgunaan obat. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat sebagai gambaran bagi para pembaca Proman5Jam, termasuk testoterone replacement therapy (TRT).

Apakah Testosterone Replacement Therapy itu? 

TRT adalah metode umum yang digunakan untuk membantu pria dengan kadar testosteron rendah. Testosteron adalah bentuk steroid anabolik, jenis yang digunakan oleh banyak atlet dan telah diketahui menggunakannya secara tidak sah.

TRT digunakan untuk membantu pria mencapai kadar testosteron alami di dalam tubuh. Bagaimana caranya? Ada empat bentuk utama terapi penggantian testosteron:

Implan subkutan: Dengan bentuk pelet kecil berukuran tidak lebih besar dari sebutir beras yang ditanamkan di bawah kulit, baik di perut atau bokong ini bekerja untuk menjaga tingkat testosteron meningkat, dan hanya perlu diganti setiap empat sampai lima bulan. Namun, bentuk TRT ini ternyata menimbulkan sejumlah efek samping potensial, termasuk kecemasan, agitasi, infeksi, dan kelelahan adrenal, yang membuat beberapa dokter ragu untuk merekomendasikannya.

Patch transdermal: Seperti implan, metode ini menyediakan testosteron dalam tubuh melalui patch yang ditempatkan pada lengan atas atau skrotum. Kelemahan dari metode ini adalah sering menyebabkan iritasi kulit.

Gel dan krim: Gel dan krim adalah bentuk TRT yang populer karena mudah digunakan dan sangat efektif. Pasien dapat menerapkannya pada lengan atau bahu satu atau dua kali sehari. Krim testosteron juga memiliki manfaat tambahan untuk membantu menaikkan kadar HDL – jenis kolesterol yang baik.

Suntikan: Metode suntikan mungkin merupakan metode TRT yang paling efektif, bermanfaat, dan paling aman. Cara ini harganya murah, bisa dilakukan di rumah, memiliki efek samping minimal, dan meniru fluktuasi alami testosteron.

Pil testosteron juga tersedia, namun tidak direkomendasikan oleh dokter karena efek buruk yang bisa memengaruhi hati. Empat metode di atas lebih aman bagi hati. Meski demikian, banyak orang beranggapan bahwa TRT hanya bentuk lain dari steroid.

Apa Sebenarnya Steroid? 

Banyak orang berpikir ketika mendengar kata “steroid” adalah “steroid anabolik”, bentuk testosteron versi sintetis.

Obat ini awalnya dikembangkan sebagai alternatif pengobatan untuk pria dengan testis berproduksi testosteron minim dari jumlah yang diperlukan. Selain steroid anabolik, ada kelas steroid lain yang disebut kortikosteroid. Ini adalah zat sintetis yang digunakan dalam perawatan medis untuk membantu tubuh melawan peradangan dengan meniru efek kortisol, pertahanan alami tubuh terhadap peradangan.

Penggunaan Steroid 

Banyak orang berpikir steroid sebagai obat yang digunakan oleh binaragawan dan atlet untuk meningkatkan daya saing. Tetapi, ada banyak kegunaan medis untuk steroid.

Kortikosteroid paling sering digunakan dalam pengobatan penyakit dan kondisi seperti arthritis dan asma. Bagi penderita arthritis, mereka bekerja dengan mengurangi peradangan dan nyeri pada persendian. Sementara untuk asma, kortikosteroid membantu membuka jalan napas yang membengkak.

Sayangnya, penggunaan steroid anabolik sering dilakukan ilegal untuk meningkatkan massa otot.

TRT vs. Steroids: Apa Bedanya? 

Obat yang digunakan oleh pasien TRT dan pengguna steroid sebenarnya sangat mirip, karena keduanya mengandung bentuk testosteron. Tetapi racun yang sebenarnya ada dalam dosis.


Dosis TRT dimaksudkan untuk menjaga kadar testosteron dalam kisaran normal. Sementara steroid, biasanya digunakan untuk mendorong tingkat yang lebih tinggi daripada yang bisa dihasilkan secara alami.

Sebenarnya, steroid anabolik tergolong ilegal di Amerika Serikat. Meskipun begitu, banyak binaragawan dan atlet menggunakan steroid anabolik untuk membantu memperbaiki komposisi dan kinerja tubuh. Penggunaan TRT dan steroid memiliki efek samping. Efek penggunaan steroid anabolik jauh lebih terasa dan bisa mengancam nyawa.

Secara singkat, TRT lebih aman, legal, dan membuat perubahan tubuh menjadi lebih baik, meski terasa lambat. Sementara steroid menghasilkan efek cepat, tetapi berefek negatif jangka panjang.

Jika belum yakin untuk menggunakan TRT, kami menyarankan Anda untuk berolahraga secara rutin dengan ditemani oleh Proman Energenesis setiap latihannya.

Bagaimana pendapat Anda, pembaca Proman5Jam? Silakan berbagi di kolom komentar.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *