Stomp, Musik Perkusi yang Memacu Semangat dan Adrenalin

Published On June 5, 2014 | By Proman5Jam | Music

Bermusik dengan gitar atau piano itu hal biasa. Tapi, kalau bermusik dengan tempat sampah atau barang rongsokan itu baru luar biasa. Belum banyak orang yang tahu mengenai musik stomp. Stomp sendiri merupakan seni musik yang diciptakan, dikembangkan, dan juga dipopulerkan oleh dua seniman Inggris, yaitu Luke Cresswell dan Steve McNicholas.

Seseorang yang memainkan alat musik gitar disebut gitaris. Nah, orang-orang yang melakukan stomp seperti Cresswell dan McNicholas juga memiliki julukan, yaitu stomper. Stomp adalah perpaduan sempurna antara musik perkusi, koreografi dan komedi. Yang membuatnya berbeda dari aliran musik lainnya adalah kebebasan yang dimiliki oleh para stomper untuk mengekspresikan diri, baik secara musikal maupun teatrikal.

Sejak awal tahun 1990 hingga saat ini, para stomper berhasil mempertahankan keaslian dan keunikan stomp sebagai seni musik jalanan yang merakyat. Instrumen musik yang digunakan pun sangat sederhana, gampang digunakan, dan murah untuk didapat. Alat yang biasa digunakan adalah peralatan rumah tangga, mulai dari sapu, pel, ember, panci, penyedot WC, sampai tempat sampah. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan barang rongsokan, seperti pipa besi, drum plastik, atau drum kaleng. Anything can be a musical instrument.

Berbeda dengan lagu-lagu penyanyi pop atau rock band, stomp nggak bisa didengarkan melalui radio atau music player saja. Rasanya, ada yang kurang kalau nggak melihat pertunjukan stomp secara langsung atau menontonnya melalui video. Biasanya, pertunjukan stomp menggunakan tempat dan panggung yang terlihat lebih “kumuh” dari pertunjukan konser musik pada umumnya. Belum terbayang seperti apa bentuknya? Coba saja bayangkan sebuah warehouse yang sudah nggak dipakai lagi. Tujuannya adalah untuk memberikan nuansa jalanan kepada para penonton. Very unusual, huh?

Apa yang terjadi saat pertunjukan dimulai? Gerombolan stomper yang terdiri dari enam sampai sepuluh orang, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, akan menghentakkan kaki dan memukul-mukulkan sapu ke segala arah. Setiap hentakan dan pukulan menghasilkan irama musik yang dinamis. Saat itulah adrenalin akan langsung terpacu, dan jantung pun berdetak mengikuti setiap dentuman irama.

Selama pertunjukan berlangsung, aksi dan alat yang digunakan pun berbeda-beda. Kaki-kaki menghentak ke lantai dan tangan-tangan bergerak memukuli tempat sampah, ember, pipa besi, bak cuci piring, penyedot WC, tiang, drum air, sampai kursi. Selain bermusik, para stomper juga memperlihatkan berbagai atraksi yang menarik, seperti menari, berakrobatik, dan melakukan gerakan-gerakan parodi yang kocak.

Penasaran dengan aksi para stomper? Klik disini dan tonton videonya. Kalau masih belum puas, langsung saja terbang ke New York untuk menonton pertunjukan reguler Stomp di Orpheum Theater. Ah, andai saja Indonesia juga mempunyai stomper yang multitalenta.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *