Photo by todd@imdb.com - © 2011 - Warner Bros. Pictures

Superman dan Celana Dalam Merah

Published On January 6, 2014 | By Proman5Jam | Knowledge

Seluruh dunia berduka dengan hilangnya celana dalam merah dari film Man of Steel (2013). Semua orang, mulai dari yang tua hingga muda, bertanya-tanya kenapa Zack Snyder, Christopher Nolan dan semua orang yang terlibat dalam pembuatan film tersebut , membiarkan hal itu terjadi? Padahal celana dalam merah yang sangat iconic itu telah menjadi bagian dari Clark Kent dan Superman sejak tahun 1930-an.

Pertanyaan tersebut sama menariknya dengan pertanyaan kenapa Superman memakai celana dalam merah, dan yang lebih memalukannya lagi, di luar kostumnya. Alasannya cukup sederhana. Yang pertama adalah karena regulasi pencetakan komik pada masanya, dan yang kedua adalah untuk membangun image yang kuat, mencolok dan everlasting.

Pahlawan Empat Warna
Pada tahun 1930 dan 1940, komik terbagi dalam dua jenis, yaitu dengan warna hitam putih dan empat warna. Karena batasan empat warna tersebut, muncullah istilah “four-color hero” atau “pahlawan empat warna”. Bisa dibilang, komik diciptakan sebagai buku bacaan yang murah, jadi wajar saja kalau biaya produksinya harus lebih murah lagi. Kebanyakan penerbitan menggunakan kertas bermutu rendah dan metode pencetakan yang paling cepat sekaligus murah. Bagian yang dicetak berwarna pun hanya bagian sampul komik. Kenapa? Karena proses pencetakan berwarna harus melalui empat tahap untuk setiap warnanya.

Mesin yang sedang melakukan pencetakan berwarna pun harus selalu diawasi dan diatur setiap saat supaya hasil pewarnaannya nggak melenceng. Coba saja cari dan lihat beberapa buku komik keluaran tahun ’30-an atau ’40-an, pasti ada saja yang warnanya keluar dari garis. Karena hasil yang agak mengecewakan itu, para komikus zaman dulu cenderung bermain dengan warna-warna dasar, contohnya merah, biru dan kuning.

Semakin Mencolok, Semakin Keren
Teknologi percetakan zaman dulu boleh payah, tetapi bukan berarti para komikus juga ikutan payah. Untuk membuat sosok yang mencolok, para komikus mengambil langkah besar, yaitu dengan membuat kostum yang heboh. Buktinya, kebanyakan kostum pahlawan memiliki dua atau tiga warna yang kontras, entah itu di bagian pinggang, selangkangan, kaki, tangan, atau dada.

Dalam kasus Superman, atribut celana dalam juga berfungsi sebagai pembentuk figur badan. Tanpa keberadaan celana dalam yang tersohor itu, bentuk tubuh Superman terlihat aneh, nanggung dan juga vulgar, terutama di bagian pinggang ke bawah. Entah kenapa, celana dalam yang dipakai di luar tersebut memberikan kesan lebih sopan.

Edits by Ariel Williams

Superman Undies edits by Ariel Williams (quora.com)

The Modern Version of Superman
Begitu Man of Steel ditayangkan di semua bioskop yang ada di seluruh dunia, semua perhatian penonton tertuju pada kostum baru Superman. Where’s his red underwear? Zack Snyder memiliki alasan yang sama dengan Christopher Nolan saat menggarap ketiga film Batman, yaitu ingin menciptakan image yang lebih realistis. Banyak fans Superman yang menyayangkan keputusan tersebut, tetapi orang-orang di balik layar pasti memiliki alasan yang lebih masuk akal.

Berbeda dengan Spider-Man yang menjahit kostumnya sendiri atau Batman yang memiliki Lucius Fox untuk membuatkan kostumnya, Superman memakai kostum yang sebenarnya merupakan baju dari kampung halamannya, Planet Krypton. Bahkan, General Zod memakai kostum yang serupa, dan tentu saja tanpa celana dalam merah.

Well, to each their own. Dengan atau tanpa celana dalam merah, Clark Kent tetap seorang pahlawan bernama Superman.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

One Response to Superman dan Celana Dalam Merah

  1. Uluq Taj says:

    padahal celana dalan merah sudah iconic banget, tp tetep keren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *