The Beatles, Band Legendaris yang Mengubah Dunia

Published On March 13, 2014 | By Proman5Jam | Music

Setelah membubarkan diri selama lebih dari empat puluh tahun, The Beatles masih menjadi sebuah band yang dikenal dan disukai oleh banyak generasi, mulai dari yang tua sampai muda. Lagu-lagunya masih sering didengar melalui iPod, diputar di radio, bahkan dinyanyikan ulang oleh seorang anak muda di Youtube. Terkenal? Sudah pasti. Tapi, kalau harus mendeskripsikan The Beatles dalam satu kata, ada kata lain yang lebih sesuai, yaitu legenda.
Sama seperti Ludwig Van Beethoven, The Beatles punya andil besar dalam perubahan industri musik dan pop culture. Ini dia beberapa perubahan yang mereka lakukan:

Merubah konsep video musik
Kebanyakan penyanyi dan band musik jadul punya video musik seperti sekarang. Yang berbeda adalah konsepnya. Sebelum The Beatles muncul, semua video musik dibuat dengan sederhana, yaitu hanya sebatas rekaman penampilan saat bernyanyi atau bermusik secara live. Kemudian ada juga Elvis Presley yang selalu menggunakan beberapa adegan filmnya sebagai video musik.

The Beatles adalah band pertama yang mengawinkan kedua ide tersebut ke dalam satu konsep video musik. Mulai saat itu dan sampai sekarang, video musik lebih dikenal sebagai sebuah film pendek atau video yang mempromosikan lagu terbaru, dan bisa dibuat dengan berbagai cara atau konsep. Idenya sendiri berawal dari jadwal manggung The Beatles yang terlalu banyak. Bahkan mereka juga mendapat undangan manggung dari luar negeri. Karena nggak bisa datang, akhirnya pada tahun 1966, mereka memutuskan untuk membuat video musik untuk lagu “Paperback Writer”, berupa rekaman diri mereka yang sedang bernyanyi dan bermain di sebuah taman.

Album Piringan Hitam dengan Lirik
Kalau ada yang bertanya, siapa yang pertama kali mencetus ide untuk menaruh lirik lagu di album piringan hitam? Siapa lagi kalau bukan The Beatles. Ide itu mereka gunakan waktu merilis album musik pertama mereka pada tahun 1967, yaitu “Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band”. Pada masanya ide seperti itu bukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh para musisi.

Konser Musik Pertama di Stadium
The Beatles memang sangat populer. Saking populernya, semua tiket konser yang diadakan pada tahun 1963, 1964 dan 1965, sampai terjual habis. Tapi, itu pun karena mereka selalu menggelar konser musik di tempat-tempat yang hanya bisa menampung 1.000 sampai 10.000 penonton, seperti auditorium, teater dan amfiteater.

Sampai akhirnya, manajer The Beatles, Brian Epstein, berinisiatif untuk mem-booking New York’s Shea Stadium untuk konser Ther Beatles pada Agustus 1965. Waktu itu, ide Brian memang dianggap konyol, tapi semua orang langsung tutup mulut begitu tahu tiket konser The Beatles langsung terjual abis hanya dalam waktu beberapa jam. Sebanyak 55.000 fans, yang kebanyakan adalah gadis remaja, memenuhi konser musik yang digelar untuk pertama kalinya di stadium. Untuk sebuah konser berdurasi 30 menit, jumlah keuntungan yang didapat sama sekali nggak sedikit, yaitu lebih dari 300.000 dollar AS. Nice!

Tampil On Air Secara Global
Lagi-lagi, The Beatles menjadi yang pertama untuk hampir semua hal baru, termasuk menjadi band pertama yang diminta untuk tampil secara live di acara televisi satelit yang ditayangkan hingga ke berbagai belahan dunia. Judul acara televisi tersebut adalah “Our World”, yang selalu mendatangkan artis atau tokoh populer, seperti penyanyi opera Maria Callas dan pelukis Pablo Picasso. Dari semua lagu yang ada, The Beatles memilih untuk menyanyikan “All You Need Is Love”, sebuah lagu baru yang dibuat oleh John Lennon sebagai pesan perdamaian. Kebetulan, syuting acara dilakukan bersamaan dengan Perang Vietnam.

Yang membuat episode ini menjadi berkesan adalah karena The Beatles juga mengundang semua teman-temannya untuk datang. Beberapa di antaranya adalah musisi dan anggota band, seperti Eric Clapton, The Rolling Stones, Marianne Faithfull, Keith Moon dan Graham Nash.

AM dan FM
Pada tahun 1968, radio di Amerika terbagi menjadi dua, yaitu AM dan FM. Terus, apa bedanya? Dulunya, radio AM dibuat untuk menyiarkan musik, sedangkan radio FM hanya menyiarkan berita. Kebanyakan radio AM sudah mengatur durasi pemasangan lagu selama 3 menit saja. Jadi, kalau ada lagu berdurasi 4 menit, sudah pasti akan otomatis terpotong.

Pada tahun yang sama, The Beatles merilis lagu “Hey Jude” yang durasinya lebih lama lagi, tepatnya 7,5 menit. Benar saja, lagu yang disukai oleh hampir semua orang itu dipotong tepat di menit ketiga. Padahal bagian “Na na na nanananaaa” ada pada menit berikutnya. Karena semua fans The Beatles protes, seorang pencetus radio yang bekerja di stasiun radio KSAN-FM, San Fransisco, berinisiatif untuk memasang lagu “Hey Jude” dari awal sampai habis.

Sebenarnya, hal itu merupakan bagian dari idenya untuk menjadikan radio FM sebagai radio musik yang bebas dari iklan. Gebrakan itu membuat semua pendengar radio AM pindah haluan ke radio FM. Sampai akhirnya semua radio FM melakukan hal yang sama. Keadaan pun berbalik, sekarang FM menjadi radio musik dan AM menjadi radio berita.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *