Tips Berolahraga untuk Pria yang Berpuasa

Published On June 11, 2017 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Health, Sports

Banyak pria menghindari olahraga di bulan puasa karena kekhawatiran kekurangan cairan atau menjadi lemas setelah fisik bergerak dan berkeringat. Padahal, justru bila tubuh aktif bergerak, dampaknya sangat bagus terhadap jantung dan peredaran darah.

Jangan lupa untuk melakukan olahraga di tempat yang nyaman dan tak terlalu banyak memancing keringat keluar yang akan memicu dehidrasi. Hindari tempat terik atau pengap. Tujuan utama agar jantung tetap aktif dan peredaran darah lancar.

Pilih Olahraga Low Impact  Low Impact

Cobalah untuk memilih jenis olahraga kategori low impact agar tak terlalu banyak kehilangan cairan tubuh. Hindarilah jenis high impact agar terhindar dari dehidrasi yang justru berbahaya bagi tubuh. Terlebih, kadar gula darah dipastikan akan menurun. Seberapa cepat menurunnya, tergantung cadangan gula dalam hati dan sebanyak apa makan ketika sahur.

Jenis olahraga low impact, pembaca Proman5Jam bisa memilih bersepeda santai, taichi, jalan cepat (brisk walking), atau yoga. Agar degup jantung tetap terjaga, sehingga tak berkeringat pun tak menjadi masalah. Sebagai contoh, bagi pria berusia 25 tahun, cobalah menghitung zona aerobik dengan cara: 60% dari 225- (umur) atau minimal mencapai sekitar 120 degup/menit.

Saat Tepat Berolahraga Time

Di bulan puasa, tak perlu bingung menentukan waktu untuk berolahraga. Idealnya sekitar satu jam menjelang saat berbuka puasa. Alasan sederhananya, kondisi tubuh dan level gula darah yang sudah menurun banyak selesai berolahraga bisa langsung tergantikan dengan cairan dan makanan pembuka yang manis.

Selain memilih tipe olahraganya, cek juga rumus FITT (frequency-intensity-time-type), yaitu seberapa sering frekuensinya, seberapa berat, serta berapa lama durasinya. Frekuensinya bisa tetap normal seperti bulan-bulan biasa, yaitu 3-5 kali seminggu dengan durasi sekitar 30 menit.

Cek kondisi tubuh dan sesuaikan dengan keadaan. Jika mulai pusing atau berputar, tanda gula darah mulai turun. Apabila lidah dan bibir terasa kering atau kelopak mata tampak cekung, artinya mulai dehidrasi. Hentikan olahraga.

Jadwal Olahraga Saat Puasa Schedule

Sepanjang bulan Ramadan, seorang pria bisa mengatur dan merencanakan latihan sesuai porsi dan kondisi masing-masing.

Pada minggu pertama, tubuh masih beradaptasi dengan pola rutinitas yang ada. Pilihan olahraga seperti squad atau naik turun tangga bisa dilakukan.

Minggu kedua, saat tubuh mulai beradaptasi, bisa menambah intensitas latihan menggunakan alat dan mengurangi waktu istirahat di antara jeda latihan. Waktunya bisa diatur 20-30 menit setiap sesi dalam 2-3 kali seminggu.

Minggu ketiga, cobalah untuk melatih koordinasi antara sistem syaraf dan otot. Bergeraklah ke segala arah secara aktif. Perhatikan konsentrasi yang mudah menurun akibat perubahan jadwal makan selama Ramadan.
Minggu terakhir, turunkan frekuensi latihan karena terkuras menjelang persiapan Lebaran. Bisa memilih taichi atau yoga yang bisa sekaligus menenangkan pikiran. Terpenting adalah kondisi tubuh tetap stabil dan jantung tetap dalam zona aerobik.

 

Untuk tetap bertenaga saat berolahraga di kala puasa, disarankan untuk meminum Proman Energenesis di waktu sahur malam sebelumnya.
Bagaimana dengan Anda, pembaca Proman5Jam? Apa pilihan olahraga saat berpuasa? Silakan berbagi di kolom komentar.

 

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *