Tips Menghemat Pengeluaran Saat Lebaran

Published On June 27, 2017 | By Proman5Jam | Editor's Picks, Knowledge

Pria manapun, terutama yang sudah berkeluarga, akan menghadapi persoalan rutin menjelang Lebaran datang setiap tahun. Entah disadari atau tidak, peningkatan belanja 25-50 persen setiap Ramadan dipastikan terjadi. Hal ini disebabkan kenaikan harga bahan pokok, budaya buka puasa bersama, dan keperluan mudik.

Bahkan, pria single tak lepas dari masalah serupa. Rencana mudik berarti mengecek harga tiket kendaraan umum, oleh-oleh ke kampung, dan mahalnya kebutuhan selama Ramadan.

THR biasanya diterima dua minggu sebelum hari Lebaran. Simak strategi menghadapi godaan pemborosan menjelang Hari Raya berikut ini.

Rencanakan Anggaran Tertulis FinancialPlanning

Biasanya, pengeluaran terbesar terjadi dari hal kecil yang tak tercatat dan ternyata akumulasi jumlahnya cukup besar. Misalnya saja uang bensin / tiket moda umum, membeli makanan (berat atau camilan) di perjalanan, dan lainnya. Estimasikan biaya untuk bensin atau tiket kendaraan umum, makan, angpao, dan catatlah di sebuah notes kecil. Termasuk, catatlah berapa banyak botol Proman yang akan dibawa untuk menjaga kesegaran dan stamina selama dalam perjalanan mudik dan kembali.

Tidak Mengganggu Pengeluaran Rutin Expense

Selain THR, gaji diberikan bersamaan dengan THR atau lebih dahulu. Jangan mengutak-atik gaji yang sudah selalu dialokasikan untuk pengeluaran seperti cicilan asuransi, pelunasan kredit, biaya renovasi rumah, pendidikan anak, belanja bulanan, dan lainnya. Komitmen terhadap pos keuangan sendiri dengan tidak mencolek sedikit pun gaji untuk keperluan Lebaran karena sudah ada bagian THR.

Memangkas Anggaran Budget

Cek kembali daftar belanja kebutuhan Lebaran. Perlukah baju baru? Berapa banyak yang harus dikasih angpao tahun ini? Jika masih tetap atau ada tambahan, sebaiknya ditulis dalam daftar nama penerima. Jangan melebihkan angpao dengan pikiran ‘takut ada yang belum kebagian’. Jangan berlebihan dalam membeli oleh-oleh ke kampung bila dirasa tidak perlu. Ingat kembali skala prioritas dalam daftar anggaran.

Pos Dana Khusus

Di bulan Ramadan, ada pos keuangan yang cukup besar untuk diperhatikan. Isinya adalah THR untuk karyawan / asisten rumah tangga, zakat fitrah, sedekah untuk kaum dhuafa, dan rencana kegiatan buka bersama atau sahur bersama. Anggarkan dari jauh hari agar tak mengganggu pos gaji utama.

Pisahkan THR Pasangan

Untuk yang sudah menikah, buatlah kesepakatan tentang bagaimana pembagian THR diberlakukan. Milik siapa yang dipakai untuk mudik dan milik siapa yang ditabung. Paling penting, jangan habiskan semua anggaran dan jangan tergoda untuk menabrak perjanjian pembagian THR yang sudah disepakati.

THR Ditabung Saving

Masih bisa menyisihkan THR untuk ditabung. Caranya adalah dengan menggunakan hanya 50% dari total THR. Sisanya ditabung untuk tambahan dana pendidikan atau rencana renovasi rumah. Untuk pria single, bisa menambah tabungan dana pernikahan kelak.

Eksekusi Anggaran

Setelah semua anggaran ditulis dan memisahkan semua pos pengeluaran, hal paling sulit tetaplah ketika kenyataan di lapangan selalu berubah. Menjaga diri agar tidak tergoda membuka pos anggaran lain atau bahkan pos dana tabungan memang perjuangan. Inilah mengapa penting mengatur anggaran dan membicarakannya dengan keluarga untuk saling mengingatkan.

Bagaimana dengan para pembaca Proman5Jam? Sudah siap untuk mudik? Semoga dompet dan rekening Anda tidak jebol karena godaan belanja ya. Selamat Hari Raya Idul Fitri!

 

 

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *