Tips Mudik dengan Kendaraan Bermotor

Published On July 15, 2015 | By Proman5Jam | Adventure

Banyak pengemudi tidak memperhatikan kondisi fisiknya saat mudik, baik yang mengendarai motor atau mobil. Mereka terus saja memacu kendaraannya dengan maksud agar cepat sampai tujuan. Saat lelah, pengemudi pun sulit konsentrasi. Tentu, akibatnya bisa sangat fatal. Karena itu, istirahat saat mudik adalah faktor yang sangat penting.

Data Operasi Ketupat 2014 mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun lalu mencapai 3.057 kasus. Pemudik harus sadar akan pentingnya faktor-faktor keselamatan dalam berkendara saat mudik, seperti beberapa hal berikut ini:
Menyiapkan Rencana Perjalanan

Buat rencana perjalanan.
Pelajari tujuan dan rute yang akan dilewati. Terutama untuk jalur baru yang belum pernah dilalui. Kegunaannya untuk memudahkan pengendara mencapai tempat yang diinginkan. Caranya bisa bertanya dengan rekan yang sudah tahu, membaca peta, atau searching di internet.

Melakukan Persiapan kendaraan yang matang
Pastikan kendaraan dalam keadaan siap untuk menempuh perjalanan jauh. Lakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh. Bisa dengan melihat kondisi ban. Pastikan tidak kurang angin. Untuk mobil jangan lupa cek ada tetesan oli atau tidak di kolong mobil. Serta cek pula oli mesin dan air radiator. Bawa dokumen pribadi dan kendaraan (SIM dan STNK). Pastikan pula tidak kadaluarsa atau masih berlaku. Cek pula peralatan recovery sudah terbawa dan lengkap. Seperti dongkrak, pembuka ban, ban cadangan, segitiga pengaman, strap, kabel jumper aki dan sebagainya.

Menemukan posisi yang nyaman saat berkendara
Posisi tubuh membuat pengendara motor lebih cepat lelah dibanding pengendara mobil. Bahkan, mereka berpotensi lebih besar untuk terkena masalah saraf di pergelangan tangan, meskipun memang pada dasarnya potensinya kecil.

Menikmati Perjalanan dalam berkendara
Jagalah batas kecepatan kendaraan anda tetap dalam kontrol dan konsentrasi. Jaga jarak kendaraan dengan kendaraan yang ada di depan, terutama ketika berada di jalan tol. Nikmati perjalanan tak perlu berpacu. Jangan lupakan juga untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas

Perhatikan durasi berkendara
Durasi berkendara yang ideal berbeda antara pengendara motor dan mobil. Pengendara motor dianjurkan untuk istirahat lebih cepat dibanding pengemudi mobil. “Kalau pengendara mobil idealnya 4-5 jam sekali, lalu istirahat 30 menit, sedangkan motor lebih cepat dari itu, 3-4 jam harus sudah istirahat. Waktu istirahat sama ” Menurut dr. Ahmad Yanuar, SpS, spesialis saraf dalam wawancaranya pada berita Liputan 6

Jangan ragu untuk Beristirahat.
Dengan beristirahat, kelelahan bisa ditanggulangi dan konsentrasi tetap terjaga. Apalagi, saat ini posko mudik sudah sangat banyak, sehingga pemudik tidak akan kesulitan menemukan tempat untuk istirahat.

Minuman Energi
Melakukan perjalanan jauh pasti membutuhkan energi ekstra. Selain itu, konsentrasi juga harus tetap terjaga supaya fokus dalam berkendara. Salah satu cara praktis untuk mengembalikan tenaga yang hilang adalah dengan mengonsumsi minuman berenergi. Pilihlah minuman berenergi yang kandungan kafeinnya tidak lebih dari 300 mg (setara dua cangkir kopi), sehingga tidak ada crash effect dan setelah energinya terasa tidak membuat tubuh drop serta deg-degan. Selain itu pilih juga minuman berenergi yang komposisinya mengandung variasi vitamin B3, B5, B6, B12 dan komposisinya mengandung herbal, seperti consentrate ginseng sehingga memberikan tambahan kesegaran energi hingga lima jam berkendara.

Dan yang tidak kalah penting adalah selalu pilih minuman energi yang praktis dibawa sehingga mudah dinikmati dimanapun serta kapanpun tubuh membutuhkan pemulihan energi saat berkendara.

Like this Article? Share it!

About The Author

Pria yang penuh dengan antusiasme, Memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru yang penuh tantangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *